Sebuah
kisah yang unik dan patut untuk dicontoh, sebut saja namanya pak Fahrial, lahir
tahun 1956. Ia adalah sosok laki-laki yang bersahaja dan selalu didampingi oleh
seorang wanita cantik nan anggun dengan wajah tionghoa. Pak fahrial berkisah
tentang hidupnya. Dia dilahirkan dari keluarga yang cukup terpandang dan boleh
dibilang paling kaya di seluruh desanya, bayangkan pada saat itu sekitar tahun
1950 orang belum punya Mobil orang tuanya sudah punya mobil, semua peralatan
tanipun sudah menggunakan mesin, kakeknya adalah seorang kiai dan pedagang kaya
yang sangat sukses dan Ayahnya adalah anak satu-satunya laki-laki dari tiga
bersudara. Namun nasibnya tidak sebagus tidak semulus keluarganya, pada saat
kelas 5 SD orang tuanya bercerai, dan ia pun ikut ibunya di desa, tak lama dari
perceraian tersebut ibunya menikah lagi begitu juga dengan ayahandanya. Ya,
yang namanya tinggal dengan bapak tiri tidak akan seenak tinggal dengan ayah
sendiri. Siksaan demi siksaan ia dapatkan bahkan matanya hampir buta. Dan
akhirnya berita tersebut terdengar oleh kakek-nenek dari ayahnya, mereka pun
menjemput paksa pak fahrial dan membawanya kerumah sakit ibu kota untuk
dioperasi dan Alhamdulillah matanyapun kembali normal. Setelah sembuh ia pindah
ke kota dimana tempat ayahnya berada dan meneruskan pendidikan di sana sampai
SMEA kemudian ia melanjutkan gelar becelornya. Setelah ia menamatkan gelar
becelor ia pun pulang ke Sumatra dan langsung di terima bekerja di kota empek-
empek di usia 21 tahun ia telah menduduki jabatan sebagai manager di purasahaan
yang cukup terkemuka pada saat itu. Setelah menginjak usia 24 tahun ia pun
menemukan sosok dambatan hati yang ia cari selama ini cukup hanya kenal 3 bulan
ia pun langsung melamar dan menikahi wanita tersebut. Sungguh keluarga yang
bahagia setelah 1 tahun lebih menikah mereka dikaruniai seorang anak laki-laki dengan keuangan yang
sangat berkecukupan bahkan lebih ia bisa menyekolahkan adik-adik dari keluarga
istrinya dan keluarganya yang membutuhkan. Subhanallah mungkin usianya pada
saat itu belum genap 27 tahun. Istrinyapun tetap bekerja sebgai seorang guru di
SMP negeri dan Sekolah methodis. Namun Allah berkehendak lain disaat anaknya
berumur 3 tahun, seseorang yang tak lain masih keluarganya mengatas namakan dirinya
untuk membayar hutang judi yang kira2 bisa di perhitungkan ratusan juta bahkan
milyaran rupiah, anak dan istrinya disandra di sebuah rumah dan iapun harus
menebus semua itu. Semua harta, tabungan yang ia kumpulkan selama ini habis.
Namun apakah ia dendam dengan orang yang telah membuatnya bankrupt tersebut ,
jawabanya TIDAK, ia tetap Optimis dan sampai akhirnya ia melamar PNS di sebuah
kabupaten, dan ia pun diterima, ia mulai semuanya dari NOL lagi, wanita yang
cantik nan anggun itu tetap setia mendampanginya dengan penuh kesabaran dan
selalu berusaha menguatkan suaminya agar tetap tegar dan jangan sampai kejadian
yang dialami ayah suaminya terjadi pada dirinya, anda tahu ayah dari pak
Fahrial telah lama megalami depresi boleh dikatakan Stress berat karena
bankrupt, namun pak fahrial tidak selemah ayahnya. Ia tidak lantas mati
langkah. Ia tetap sabar menggeluti Jobnya sebagai PNS dari golongan bawah,
setelah anaknya pertama berumur 6 tahun ia pun dikaunia anak perempuan yang
cantik. Ia tetap bertahan dan
sampai pada akhirnya ia dikarunai 2 orang anak lagi laki dan perempuan. Setelah 25 tahun menikah anak-anaknyapun
tumbuh dengan sopan santun cerdas, berprestasi, bahkan anaknya yang pertamapun
telah sukses di usia yang masih cukup muda. Dan Allah pun telah menggantikan
semuanya jauh lebih baik, kebun karet, tanah dimana-mana, ia buka usaha-usaha
lain mulai dari kontraktor, bahkan kredit barang misal kain, laptop dan lain
sebgainya, anak-anaknya pun pernah di buatkan sebuah warnet di kota Palembang
sambil kuliah anaknya yg pertama dan kedua, serta adik bungsu dari istrinya
mereka membuka usaha warnet yang untungnyapun cukup memuaskan, namun karena anaknya
yang pertama dan adik istrinya yg bungsu telah selesai kuliah dan diterima
pekerjaan di kota lain dan tak mungkin
hanya mengandalkan anak perempuannya yang masih kuliah di universitaas negeri semester
3 akhirnya mereka harus menutup warnet tersebut, keponakan-keponakan dan
keluarga-keluarganya yang tak mampu ia sekolahkan, ia beri usaha jika belum punya
usaha, ia beri pekerjaan bagi yang butuhkan pekerjaan, tetangga-tetanggaknya
pun ia bantu. Ia membantu orang tanpa pandang bulu, bahkan rumahnyapun kerap
jadi persinggahan orang-orang yang sedesa dengannya bahkan jadi tempat rawat
inap, jika ada orang dari desa yang tak mampu sedang sakit dan butuh biaya ia
tak neko-neko langsung memberikannya. Bahkan sampai pulang pun ia beri uang.
Ada sebuah kisah lucu suatu ketika tim pengawas keuangan dari pusat datang
ketempat kerjanya. Dan pak fahrialpun
mengundang mereka ke rumahnya, rumah yang sederhana memang, namun cantik,
dengan kolam besar yang berjejer dan diatasnya ada sedikit kebun mini, mobil
panther 1994 yang setia menemaninya. Salah seorang pengawaspun berkata,” pak,
anak buah bapak mobilnya keren-keren minimal xenia, kok bapak setia dengan
mobil butut ini”. Pak fahrialpun menjawab,” selagi yang butut masih bisa
dipakai apa salahnya pak”( sambil tertawa renyah). Subhanallah sungguh sosok
yang bersahaja, sederhana. Pak Fahrial juga sering mewanti-wanti anaknya,” apa
yang papa berikan untuk kalian jangan pernah kalian mencoba untuk menjualnya
walaupun kalian telah diberikan yang baru”. Jadi barang-barang yang ia belikan
mulai dari HP yang baru pertama kali muncul tetap disimpan oleh anak-anaknya
dan bahkan masih digunakan walaupun
mereka telah punya yang baru, Anak-anaknya pun didik dengan kasih sayang dan
Iman taqwa kepada Allah bukan dengan Harta. Sebenarnya ia mampu membelikan
anak-anaknya barang-barang mewah, motor, mobil, laptop mahal dan lain sebagainya,
ia juga mampu membangun istana megah nan indah. Namun bukan itu yang diberikan
kepada anaknya. Yang terpenting dari kalian adalah Iman kepada Allah, dan
pendidikan (ilmu), jika kalian berilmu, semua akan mengejar kalian bahkan
harta. Ia berikan pendidikan yang
terbaik untuk anak-anaknya. Sungguh kisah yang menarik untuk diteladani.
Teruntuk
PAPAku tercinta, Sultan Fahrial

Tidak ada komentar:
Posting Komentar