Minggu, 19 April 2015

i'm muslim say no valentine days



Makna “Valentine days” Syasya..


Wah asyik nih besok  banyak dapat coklat dari temen-temen, Ujar syasya bergumam sambil senyum-senyum sendiri, melihat kalender yang telah di lingkarinya dalam buku diari Pink kesayangannya “ 14 Februari 2011 ( valentine days). Diambilnya kotak Simpanan Uang , berbentuk hati , berwarna pink , dan bergambar mickey mouse kesukaannya.  Ia hitung satu persatu lembar dan receh yang ia kumpulkan selama beberapa bulan ini memang khusus memperingati hari valentine days, Rp. 300.000,00. Syasya adalah remaja tanggung yang baru menduduki kelas 2 SMP , Ia pun baru mendapatkan istilah “ Valentine days dari temen-temennya yang katanya “ hari kasih sayang”, dengan memberikan atau bertukar coklat dengan orang-orang yang di sayang , bisa sahabat/ pacar. Syasya berniat untuk membeli coklat banyak-banyak untuk sahabat-sahabatnya yang ia sayangi.
“ ada apa sayang?, kok keliatannya ada yang dipikirkan?”, ternyata mama sudah duduk disamping sya-sya tanpa di sadarinya. Dengan polosnya syasya menjawab, “ Gini ma bentar lagi kan mau “valentine days” jadi syasya mau ngerayainnya , syasya mau beli coklat dengan uang tabungan sya-sya banyak-banyak biar bisa tukaran sama temen-temen dikelas syasya. Mama tersenyum mendengarnya sambil membelai rambutnya dan bertanya, “ sya-sya tahu valentine days itu apa ,sayang?”, syasya menjawab Semangat sekali, “ hari kasih sayang ma”.” Hari kasih sayang kok Cuma satu hari, nak?, mama kan setiap hari menyayangi sya-sya ”, tanya mama lagi.” g tahu ma ( bingung, menggeleng-geleng sambil mengernyitkan keningnya)”.” mau dengar penjelasan tentang valentinedays  , sayang ?” , untuk kesekian kalinya mama bertanya. “ iya ma”, ( mukanya berubah cerah sangat antusias, mamapun mulai bercerita Bla… bla…
SEJARAH VALENTINE
 Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa "St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).
Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).
Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" Ken Sweiger dalam artikel "Should Biblical Christians Observe It?" mengatakan kata "Valentine" berasal dari Latin yang berarti : "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa". Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi "Sang Maha Kuasa") dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

“Ih , ma kok ceritanya g ngeri banget, benar-benar g mencerminkan kasih sayang itu sendiri??
O, berarti ”valentine days” Bukan perayaan Islam ya ma???” syasya bertanya.
Mama menjawab, iya sayang sebagai muslim yang baik hendaknya kita jangan mengikuti hal-hal yang tidak kita ketahui, sebagaimana firman Allah:
 Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dan kita juga tidak boleh mengikuti suatu kaum apalagi yang jelas-jelas bukan Islam, sebagaimana hadits Rosulullah dan firman Allah:
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Surah AL Imran: ayat 85)

Mulut kecil sya-sya dengan antusiasnya mulai berceloteh, “ bearti kalo sya-sya ikut ngerayain valentine day , sya-sya masuk golongan agama itu ya, ma? Nanti sya-sya masuk neraka, hah... takut,,, sya-sya gak mau ikut ngerayainnya”. Bergidik sambil memeluk mamanya.
Mama tersenyum menganggukkan kepala, dan membelai rambut ikal sya-sya..” mendingan uang yang kamu tabung buat kita bagi makanan untuk anak-anak yatim piatu atau dibeliin buku untu mereka belajar, kan lebih manfaat, sayang!, gimana?”
Sya-sya tersenyum, ” iya mama, biar pahala syasya banyak, nanti sya-sya masuk surga”.
” ok, mama ganti baju dulu ya, sayang”, jawab mama sambil melangkah keluar kamar syasya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar