Makna
“Valentine days” Syasya..
Wah
asyik nih besok banyak dapat coklat dari
temen-temen, Ujar syasya bergumam sambil senyum-senyum sendiri, melihat
kalender yang telah di lingkarinya dalam buku diari Pink kesayangannya “ 14
Februari 2011 ( valentine days). Diambilnya kotak Simpanan Uang , berbentuk
hati , berwarna pink , dan bergambar mickey mouse kesukaannya. Ia hitung satu persatu lembar dan receh yang
ia kumpulkan selama beberapa bulan ini memang khusus memperingati hari valentine
days, Rp. 300.000,00. Syasya adalah remaja tanggung yang baru menduduki kelas 2
SMP , Ia pun baru mendapatkan istilah “ Valentine days dari temen-temennya yang
katanya “ hari kasih sayang”, dengan memberikan atau bertukar coklat dengan
orang-orang yang di sayang , bisa sahabat/ pacar. Syasya berniat untuk membeli
coklat banyak-banyak untuk sahabat-sahabatnya yang ia sayangi.
“
ada apa sayang?, kok keliatannya ada yang dipikirkan?”, ternyata mama sudah
duduk disamping sya-sya tanpa di sadarinya. Dengan polosnya syasya menjawab, “
Gini ma bentar lagi kan mau “valentine days” jadi syasya mau ngerayainnya ,
syasya mau beli coklat dengan uang tabungan sya-sya banyak-banyak biar bisa
tukaran sama temen-temen dikelas syasya. Mama tersenyum mendengarnya sambil membelai
rambutnya dan bertanya, “ sya-sya tahu valentine days itu apa ,sayang?”, syasya
menjawab Semangat sekali, “ hari kasih sayang ma”.” Hari kasih sayang kok Cuma
satu hari, nak?, mama kan setiap hari menyayangi sya-sya ”, tanya mama lagi.” g
tahu ma ( bingung, menggeleng-geleng sambil mengernyitkan keningnya)”.” mau
dengar penjelasan tentang valentinedays , sayang ?” , untuk kesekian kalinya mama
bertanya. “ iya ma”, ( mukanya berubah cerah sangat antusias, mamapun mulai bercerita
Bla… bla…
SEJARAH VALENTINE
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di
masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi
cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di
dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang
namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan
obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia
dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit
binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan
membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka
mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain
mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di
antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The
Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi
pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno
ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk
menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .
The
Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama
Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai
yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa
"St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah
diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi
kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan
lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah.
Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya
dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum
gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).
Kebiasaan mengirim kartu Valentine
itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika
the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja
mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di
Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya
dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica,
Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).
Lalu
bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" Ken Sweiger dalam artikel
"Should Biblical Christians Observe It?" mengatakan kata
"Valentine" berasal dari Latin yang berarti : "Yang Maha
Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa". Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan
orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta
orang menjadi "to be my Valentine", hal itu berarti melakukan
perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi "Sang Maha
Kuasa") dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal
ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun
Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod
"the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan
sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
“Ih ,
ma kok ceritanya g ngeri banget, benar-benar g mencerminkan kasih sayang itu
sendiri??
O, berarti ”valentine days” Bukan perayaan
Islam ya ma???” syasya bertanya.
Mama menjawab, iya sayang sebagai muslim yang
baik hendaknya kita jangan mengikuti hal-hal yang tidak kita ketahui,
sebagaimana firman Allah:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan
hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dan kita juga tidak
boleh mengikuti suatu kaum apalagi yang jelas-jelas bukan Islam, sebagaimana
hadits Rosulullah dan firman Allah:
Hadis
Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu
kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
“Barangsiapa
yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima
(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Surah
AL Imran: ayat 85)
Mulut kecil sya-sya dengan antusiasnya
mulai berceloteh, “ bearti kalo sya-sya ikut ngerayain valentine day , sya-sya
masuk golongan agama itu ya, ma? Nanti sya-sya masuk
neraka, hah... takut,,, sya-sya gak mau ikut ngerayainnya”. Bergidik sambil
memeluk mamanya.
Mama tersenyum
menganggukkan kepala, dan membelai rambut ikal sya-sya..” mendingan uang yang
kamu tabung buat kita bagi makanan untuk anak-anak yatim piatu atau dibeliin
buku untu mereka belajar, kan lebih manfaat, sayang!, gimana?”
Sya-sya tersenyum,
” iya mama, biar pahala syasya banyak, nanti sya-sya masuk surga”.
” ok, mama ganti
baju dulu ya, sayang”, jawab mama sambil melangkah keluar kamar syasya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar