Selasa, 14 April 2015

LOVE

LOVE…………………….!!!!!

Apa sih Love bin cinta??????????
Cinta, ya cinta secara harfiah cinta memang susah untuk diungkapkan, setelah disurvei kepada orang yang sedang jatuh cinta  atau bahkan sedang mengalami yang namanya cinta mereka pun susah untuk mendefinisikan Cinta, unik bukan sebuah kata yang sederhana hanya terdiri dari 5 huruf C I N TA, namun untuk mendifinisikan kata itu rasanya susah sekali. Inilah salah satu kelebihan dari kata Cinta.  Ada yang berkata cinta itu buta sampai- sampai melakukan demi mengorbankan cintanya bahkan ada yang sampai bunuh diri karena cintanya ditolak. Ada juga yang melakukan hal-hal yang haram dilakukan demi membuktikan cintanya kepada sang pujaan hati, banyak remaja, orang dewasa merelakan kehormatannya demi bukti cinta kepada sang pangeran, bahkan banyak laki-laki rela diporotin oleh keksaih hatinya demi cintanya kepada sang bidadari hati. Ternyata ini makna cinta yang mereka maksud? Benarkah?
Dan anehnya setelah mereka lama bergelut dalam percintaan yang mereka ‘maksud’ dan akhirnya mereka mengakhirinya begitu saja dengan alasan yang sepeleh. “ Gw gak cinta lagi”, “Gw bosen sama dia”, Gw muak liat mukanya”. Aih,,, miris banget dengarnya, padahal sebelumnya mereka sangat mengagung-agungkan yang namanya CINTA.
Benarkah CINTA adalah seperti yang mereka maksud????
Mari kita pelajari kejadian-kejadian cerita di atas. Secara harfiah Cinta adalah rasa dimana seseorang saling mengasihi dan menyayangi. Dan cinta adalah anugrah serta fitrah yang deberrikan oleh Allah kepada kita tanpa cinta kasih dan sayang dunia ini akan hancur semua akan saling benci, pertikaian akan terjadi dimana-mana, Cinta hadir karena adanya kata Benci allah menciptakan seseuatu pasti ada pasangannya layaknya malam dan siang, hitam putih, laki-laki perempuan, basah kering dan lain sebagainya. Semua diciptakan Allah demi menyeimbangkan segala ciptaanNya sama halnya dengan Cinta dan Benci, Cinta ( kasih sayanga) adalah penetral rasa benci. Sekarang marilah kita maknai Cinta dengan lebih fleksible jangan hanya memaknai cinta sekadar hubungan laki dan perempuan ”nafsu” itulah yang membuat kata cinta ternodai, seolah-olah C I N TA adalah momok yang menakutkan. Ada sebuah kisah nyata yang berkenaan dengan cinta, dia adalah rekan saya, misalkan saja faiz. Faiz adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri, fakultas kedokteran. Boleh dikatakan ia adalah seorang aktivis di kampusnya. Ia aktif di berbagai organisasi mulai dari BEM, DPM, LDF bahkan organisasi di luar kampus  ia geluti sungguh subhanallah disela-sela kegiatan kuliahnya yang lumayan berat ia rela mengorbankan waktu- waktunya untuk aktivitas yang telah diamanahkan kepadanya. Sebagai laki-laki normal ia pun jatuh cinta kepada seorang akhwat  sefakultas dengannya yang nota bene seorang aktivis juga. Namun toni tak langsung menyatakan kepada si akhwat dengan kata,” I Love U”, yang biasa di lakukan oleh laki-laki yang sedang jatuh cinta pada umumnya. Ia tetap memendam rasa cintanya sampai saat ini, dan akhirnya ia tidak berjodoh dengan akhwat tadi, ia pun  akan segera menikah dengan akhwat yang lain, yang insyaallah ia adalah bidadari yang dititipkan Allah untuknya. Apakah ia menangis dan menyesal ia tidak mendapatkan akhwat yang telah bertahun-tahun lamanya ia cintai, jawabannya adalah tidak, saya tidak menyesal, karena saya telah menjaga rasa cinta saya kepada dia kalaupun akhwat yang lain yang menjadi jodoh saya, saya yakin Allah telah memilihkan yang terbaik untuk saya dan Allah Maha tahu semua ini. Subhanallah ternyata masih ada pemuda yang memaknai cinta denagan hati bukan dengan nafsu.
Bayangkan seorang pemuda yang  emosinya yang sedang naik daun namun ia mampu berfikir jernih. Sebuah cerita yang sangat bertolak belakang dengan kisah sebelumnya yang memaknai cinta hanya sebuah nafsu belaka, layaknya barang, semula ia sangat menginginkan barang tersebut dan setelah ia miliki kemudian ia gunakan dan akhirnya ia bosan dengan barang tersebut, kemudian ia tinggalkan dan mencari barang yang lain yang ia inginkan. Sungguh menyakitkan bukan jika kita adalah barang tersebut. Itulah salah satu contoh setan yang berrwujud manusia. Tentu kalian tidak mau diibaratkan seperti barang ataupun pemilik barang tersebut. Tapi itulah faktanya yang sering dilakukan para remaja, dewasa, bahkan kakek- kakek sampai saat ini, bahkan sudah punya istri atau suami malah masih mencari korban yang lain. Sungguh manusia yang tidak bisa memaknai cinta sebenrnya? Mereka sama saja dengan binatang karena mereka hanya memperturutkan hawa nafsunya. Cinta yang tidak punya landasan.sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al-furqon ayat 43-44 yang artinta:
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunyasebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?. atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar ataumemahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

SO, Seperti apa cinta itu?
Seprti kisah Toni diatas begitulah cinta yang sebenranya yang berlandaskan Allah swt, bukan nafsu. Cinta adalah fitrah yang tak mungkin untuk dipungkiri. Tapi yang jadi persoalan sekarang bagaimana kita memanagenya dan jangan maknai cinta secara sempit. Islam telah mengatur semua ini, mulai dari cinta kepada ALLAh, cinta kepada Rosulnya, cinta kepada orang tua, sanak saudara, tetangga, sampai cinta kepada lawan jenis. Dan hendaknya kita melandaskan cinta kita hanya kepada Allah Swt, dan yakin akan segala ketentuanNya. Dan sebagai manusia yang diciptakan Allah Sebagai makhluk yang sempurna jangan sampai hanya mengandalkan Nafsu apalagi nafsu setan dan nafsu jahannam, jika tidak mau dikatakan sama dengan binatang.
                                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar