LOVE…………………….!!!!!
Apa sih Love bin cinta??????????
Cinta, ya cinta secara harfiah
cinta memang susah untuk diungkapkan, setelah disurvei kepada orang yang sedang
jatuh cinta atau bahkan sedang mengalami
yang namanya cinta mereka pun susah untuk mendefinisikan Cinta, unik bukan
sebuah kata yang sederhana hanya terdiri dari 5 huruf C I N TA, namun untuk
mendifinisikan kata itu rasanya susah sekali. Inilah salah satu kelebihan dari
kata Cinta. Ada yang berkata cinta itu
buta sampai- sampai melakukan demi mengorbankan cintanya bahkan ada yang sampai
bunuh diri karena cintanya ditolak. Ada juga yang melakukan hal-hal yang haram
dilakukan demi membuktikan cintanya kepada sang pujaan hati, banyak remaja,
orang dewasa merelakan kehormatannya demi bukti cinta kepada sang pangeran,
bahkan banyak laki-laki rela diporotin oleh keksaih hatinya demi cintanya
kepada sang bidadari hati. Ternyata ini makna cinta yang mereka maksud?
Benarkah?
Dan anehnya setelah mereka lama
bergelut dalam percintaan yang mereka ‘maksud’ dan akhirnya mereka
mengakhirinya begitu saja dengan alasan yang sepeleh. “ Gw gak
cinta lagi”, “Gw bosen sama dia”, Gw muak liat mukanya”. Aih,,, miris banget dengarnya,
padahal sebelumnya mereka sangat mengagung-agungkan yang namanya CINTA.
Benarkah
CINTA adalah seperti yang mereka maksud????
Mari kita
pelajari kejadian-kejadian cerita di atas. Secara harfiah Cinta adalah rasa
dimana seseorang saling mengasihi dan menyayangi. Dan cinta adalah anugrah
serta fitrah yang deberrikan oleh Allah kepada kita tanpa cinta kasih dan
sayang dunia ini akan hancur semua akan saling benci, pertikaian akan terjadi
dimana-mana, Cinta hadir karena adanya kata Benci allah menciptakan seseuatu
pasti ada pasangannya layaknya malam dan siang, hitam putih, laki-laki perempuan,
basah kering dan lain sebagainya. Semua diciptakan Allah demi menyeimbangkan
segala ciptaanNya sama halnya dengan Cinta dan Benci, Cinta ( kasih sayanga)
adalah penetral rasa benci. Sekarang marilah kita maknai Cinta dengan lebih
fleksible jangan hanya memaknai cinta sekadar hubungan laki dan perempuan
”nafsu” itulah yang membuat kata cinta ternodai, seolah-olah C I N TA adalah
momok yang menakutkan. Ada sebuah kisah nyata yang berkenaan dengan cinta, dia
adalah rekan saya, misalkan saja faiz. Faiz adalah mahasiswa perguruan tinggi
negeri, fakultas kedokteran. Boleh dikatakan ia adalah seorang aktivis di
kampusnya. Ia aktif di berbagai organisasi mulai dari BEM, DPM, LDF bahkan
organisasi di luar kampus ia geluti
sungguh subhanallah disela-sela kegiatan kuliahnya yang lumayan berat ia rela
mengorbankan waktu- waktunya untuk aktivitas yang telah diamanahkan kepadanya.
Sebagai laki-laki normal ia pun jatuh cinta kepada seorang akhwat sefakultas dengannya yang nota bene seorang
aktivis juga. Namun toni tak langsung menyatakan kepada si akhwat dengan kata,”
I Love U”, yang biasa di lakukan oleh laki-laki yang sedang jatuh cinta pada
umumnya. Ia tetap memendam rasa cintanya sampai saat ini, dan akhirnya ia tidak
berjodoh dengan akhwat tadi, ia pun akan
segera menikah dengan akhwat yang lain, yang insyaallah ia adalah bidadari yang
dititipkan Allah untuknya. Apakah ia menangis dan menyesal ia tidak mendapatkan
akhwat yang telah bertahun-tahun lamanya ia cintai, jawabannya adalah tidak,
saya tidak menyesal, karena saya telah menjaga rasa cinta saya kepada dia
kalaupun akhwat yang lain yang menjadi jodoh saya, saya yakin Allah telah
memilihkan yang terbaik untuk saya dan Allah Maha tahu semua ini. Subhanallah
ternyata masih ada pemuda yang memaknai cinta denagan hati bukan dengan nafsu.
Bayangkan
seorang pemuda yang emosinya yang sedang
naik daun namun ia mampu berfikir jernih. Sebuah cerita yang sangat bertolak
belakang dengan kisah sebelumnya yang memaknai cinta hanya sebuah nafsu belaka,
layaknya barang, semula ia sangat menginginkan barang tersebut dan setelah ia
miliki kemudian ia gunakan dan akhirnya ia bosan dengan barang tersebut,
kemudian ia tinggalkan dan mencari barang yang lain yang ia inginkan. Sungguh
menyakitkan bukan jika kita adalah barang tersebut. Itulah salah satu contoh
setan yang berrwujud manusia. Tentu kalian tidak mau diibaratkan seperti barang
ataupun pemilik barang tersebut. Tapi itulah faktanya yang sering dilakukan
para remaja, dewasa, bahkan kakek- kakek sampai saat ini, bahkan sudah punya
istri atau suami malah masih mencari korban yang lain. Sungguh manusia yang
tidak bisa memaknai cinta sebenrnya? Mereka sama saja dengan binatang karena
mereka hanya memperturutkan hawa nafsunya. Cinta yang tidak punya landasan.sebagaimana
yang dijelaskan dalam surat Al-furqon ayat 43-44 yang artinta:
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunyasebagai
tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?. atau apakah kamu
mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar ataumemahami. Mereka itu tidak
lain, hanyalah seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari
binatang ternak itu).
SO, Seperti
apa cinta itu?
Seprti kisah
Toni diatas begitulah cinta yang sebenranya yang berlandaskan Allah swt, bukan
nafsu. Cinta adalah fitrah yang tak mungkin untuk dipungkiri. Tapi yang jadi
persoalan sekarang bagaimana kita memanagenya dan jangan maknai cinta secara
sempit. Islam telah mengatur semua ini, mulai dari cinta kepada ALLAh, cinta
kepada Rosulnya, cinta kepada orang tua, sanak saudara, tetangga, sampai cinta
kepada lawan jenis. Dan hendaknya kita melandaskan cinta kita hanya kepada
Allah Swt, dan yakin akan segala ketentuanNya. Dan sebagai manusia yang
diciptakan Allah Sebagai makhluk yang sempurna jangan sampai hanya mengandalkan
Nafsu apalagi nafsu setan dan nafsu jahannam, jika tidak mau dikatakan sama
dengan binatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar