Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

Kisah Teladan




Sebuah kisah yang unik dan patut untuk dicontoh, sebut saja namanya pak Fahrial, lahir tahun 1956. Ia adalah sosok laki-laki yang bersahaja dan selalu didampingi oleh seorang wanita cantik nan anggun dengan wajah tionghoa. Pak fahrial berkisah tentang hidupnya. Dia dilahirkan dari keluarga yang cukup terpandang dan boleh dibilang paling kaya di seluruh desanya, bayangkan pada saat itu sekitar tahun 1950 orang belum punya Mobil orang tuanya sudah punya mobil, semua peralatan tanipun sudah menggunakan mesin, kakeknya adalah seorang kiai dan pedagang kaya yang sangat sukses dan Ayahnya adalah anak satu-satunya laki-laki dari tiga bersudara. Namun nasibnya tidak sebagus tidak semulus keluarganya, pada saat kelas 5 SD orang tuanya bercerai, dan ia pun ikut ibunya di desa, tak lama dari perceraian tersebut ibunya menikah lagi begitu juga dengan ayahandanya. Ya, yang namanya tinggal dengan bapak tiri tidak akan seenak tinggal dengan ayah sendiri. Siksaan demi siksaan ia dapatkan bahkan matanya hampir buta. Dan akhirnya berita tersebut terdengar oleh kakek-nenek dari ayahnya, mereka pun menjemput paksa pak fahrial dan membawanya kerumah sakit ibu kota untuk dioperasi dan Alhamdulillah matanyapun kembali normal. Setelah sembuh ia pindah ke kota dimana tempat ayahnya berada dan meneruskan pendidikan di sana sampai SMEA kemudian ia melanjutkan gelar becelornya. Setelah ia menamatkan gelar becelor ia pun pulang ke Sumatra dan langsung di terima bekerja di kota empek- empek di usia 21 tahun ia telah menduduki jabatan sebagai manager di purasahaan yang cukup terkemuka pada saat itu. Setelah menginjak usia 24 tahun ia pun menemukan sosok dambatan hati yang ia cari selama ini cukup hanya kenal 3 bulan ia pun langsung melamar dan menikahi wanita tersebut. Sungguh keluarga yang bahagia setelah 1 tahun lebih menikah mereka dikaruniai  seorang anak laki-laki dengan keuangan yang sangat berkecukupan bahkan lebih ia bisa menyekolahkan adik-adik dari keluarga istrinya dan keluarganya yang membutuhkan. Subhanallah mungkin usianya pada saat itu belum genap 27 tahun. Istrinyapun tetap bekerja sebgai seorang guru di SMP negeri dan Sekolah methodis. Namun Allah berkehendak lain disaat anaknya berumur 3 tahun, seseorang yang tak lain masih keluarganya mengatas namakan dirinya untuk membayar hutang judi yang kira2 bisa di perhitungkan ratusan juta bahkan milyaran rupiah, anak dan istrinya disandra di sebuah rumah dan iapun harus menebus semua itu. Semua harta, tabungan yang ia kumpulkan selama ini habis. Namun apakah ia dendam dengan orang yang telah membuatnya bankrupt tersebut , jawabanya TIDAK, ia tetap Optimis dan sampai akhirnya ia melamar PNS di sebuah kabupaten, dan ia pun diterima, ia mulai semuanya dari NOL lagi, wanita yang cantik nan anggun itu tetap setia mendampanginya dengan penuh kesabaran dan selalu berusaha menguatkan suaminya agar tetap tegar dan jangan sampai kejadian yang dialami ayah suaminya terjadi pada dirinya, anda tahu ayah dari pak Fahrial telah lama megalami depresi boleh dikatakan Stress berat karena bankrupt, namun pak fahrial tidak selemah ayahnya. Ia tidak lantas mati langkah. Ia tetap sabar menggeluti Jobnya sebagai PNS dari golongan bawah, setelah anaknya pertama berumur 6 tahun ia pun dikaunia anak perempuan yang cantik. Ia tetap bertahan dan sampai pada akhirnya ia dikarunai 2 orang anak lagi laki dan perempuan.  Setelah 25 tahun menikah anak-anaknyapun tumbuh dengan sopan santun cerdas, berprestasi, bahkan anaknya yang pertamapun telah sukses di usia yang masih cukup muda. Dan Allah pun telah menggantikan semuanya jauh lebih baik, kebun karet, tanah dimana-mana, ia buka usaha-usaha lain mulai dari kontraktor, bahkan kredit barang misal kain, laptop dan lain sebgainya, anak-anaknya pun pernah di buatkan sebuah warnet di kota Palembang sambil kuliah anaknya yg pertama dan kedua, serta adik bungsu dari istrinya mereka membuka usaha warnet yang untungnyapun cukup memuaskan, namun karena anaknya yang pertama dan adik istrinya yg bungsu telah selesai kuliah dan diterima pekerjaan di kota lain  dan tak mungkin hanya mengandalkan anak perempuannya yang masih kuliah di universitaas negeri semester 3 akhirnya mereka harus menutup warnet tersebut, keponakan-keponakan dan keluarga-keluarganya yang tak mampu ia sekolahkan, ia beri usaha jika belum punya usaha, ia beri pekerjaan bagi yang butuhkan pekerjaan, tetangga-tetanggaknya pun ia bantu. Ia membantu orang tanpa pandang bulu, bahkan rumahnyapun kerap jadi persinggahan orang-orang yang sedesa dengannya bahkan jadi tempat rawat inap, jika ada orang dari desa yang tak mampu sedang sakit dan butuh biaya ia tak neko-neko langsung memberikannya. Bahkan sampai pulang pun ia beri uang. Ada sebuah kisah lucu suatu ketika tim pengawas keuangan dari pusat datang ketempat kerjanya. Dan  pak fahrialpun mengundang mereka ke rumahnya, rumah yang sederhana memang, namun cantik, dengan kolam besar yang berjejer dan diatasnya ada sedikit kebun mini, mobil panther 1994 yang setia menemaninya. Salah seorang pengawaspun berkata,” pak, anak buah bapak mobilnya keren-keren minimal xenia, kok bapak setia dengan mobil butut ini”. Pak fahrialpun menjawab,” selagi yang butut masih bisa dipakai apa salahnya pak”( sambil tertawa renyah). Subhanallah sungguh sosok yang bersahaja, sederhana. Pak Fahrial juga sering mewanti-wanti anaknya,” apa yang papa berikan untuk kalian jangan pernah kalian mencoba untuk menjualnya walaupun kalian telah diberikan yang baru”. Jadi barang-barang yang ia belikan mulai dari HP yang baru pertama kali muncul tetap disimpan oleh anak-anaknya dan  bahkan masih digunakan walaupun mereka telah punya yang baru, Anak-anaknya pun didik dengan kasih sayang dan Iman taqwa kepada Allah bukan dengan Harta. Sebenarnya ia mampu membelikan anak-anaknya barang-barang mewah, motor, mobil, laptop mahal dan lain sebagainya, ia juga mampu membangun istana megah nan indah. Namun bukan itu yang diberikan kepada anaknya. Yang terpenting dari kalian adalah Iman kepada Allah, dan pendidikan (ilmu), jika kalian berilmu, semua akan mengejar kalian bahkan harta. Ia berikan pendidikan yang  terbaik untuk anak-anaknya. Sungguh kisah yang menarik untuk diteladani.
                                                                   Teruntuk PAPAku tercinta, Sultan Fahrial